Monday, 21 September 2026

Gempa M5,1 Guncang Pantai Utara Banggai, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Dengarkan Berita (AI Audio Reader)
Ketuk tombol untuk mendengarkan rangkuman dan isi berita ini
Foto: Dok. infodetik / Ilustrasi

Jakarta - Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pantai Utara Banggai, Sulawesi Tengah, Senin (21/9/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 14.31.08 WIB. Berdasarkan hasil pemutakhiran analisis BMKG, gempa memiliki magnitudo M5,1 dengan kedalaman 14 kilometer.

Episenter gempa berada pada koordinat 0,70° Lintang Selatan dan 122,46° Bujur Timur. Lokasi tersebut berada di laut, sekitar 26 kilometer barat daya Pulau Pua(h), Banggai, Sulawesi Tengah.

Baca Juga Berita Lainnya:

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan BMKG dalam informasi resmi yang dikeluarkan Senin (21/9).

BMKG menjelaskan gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike-slip.

Gempa dirasakan cukup kuat oleh warga di sejumlah wilayah. Di Kota Luwuk, guncangan tercatat pada skala IV-V Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk. Orang banyak dapat terbangun, sementara gerabah bisa pecah, barang-barang terpelanting, serta tiang dan benda besar tampak bergoyang.

Sementara itu, gempa dirasakan dengan intensitas II-III MMI di Kabupaten Pohuwato. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang sedang melintas.

BMKG juga mencatat adanya gempa susulan setelah gempa utama. Hingga pukul 14.50 WIB, tercatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo M4,1.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi atau isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau mengalami kerusakan akibat gempa.

Masyarakat diminta memperoleh informasi resmi mengenai perkembangan gempa melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, termasuk akun media sosial @infoBMKG, situs bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS BMKG, serta aplikasi resmi WRS-BMKG dan InfoBMKG.

BMKG menyatakan akan terus memantau aktivitas gempa susulan dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.(**)

Bagaimana tanggapan Anda tentang berita ini?

Kolom Komentar (0)

Belum ada komentar pada berita ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

RUANG IKLAN BAWAH ARTIKEL
Ukuran: 728 x 90 px / 750 x 200 px
Pasang banner promosi bisnis Anda di sini.
Hubungi 0823-7187-3112